Sempat Khawatir, Akhirnya Keluarga Gus Dur Dukung Jokowi-Ma’ruf

Oleh: Drs. H. Afifuddin Lubis, M.Si

 

Harus diakui nama Gus Dur serta keluarganya masih punya daya tarik yang kuat dalam dunia perpolitikan di negeri ini. Hal ini antara lain terlihat dengan berkunjungnya capres Jokowi, cawapres Sandiaga Uno serta capres Prabowo Subianto ke kediaman Gus Dur ketemu Ibu Nuriyah Shinta Nurwahid beserta putri putri presiden keempat itu.

 

KH Ma’ruf Amin, juga berkunjung ke keluarga Gus Dur.Pada pertemuan tertutup dengan keluarga Gus Dur, juga hadir beberapa tokoh seperti Mahfud MD dan juga rohaniawan Benny Susatyo.

 

Menurut pandangan saya sekurang kurangnya ada dua segmen yang bisa digalang dengan menggunakan nama Gus Dur yaitu, kaum Nahdliyin dan para para pendukung pemikiran Abdul Rahman Wahid yang disebut Gusdurian.

 

Dikalangan Nahdliyin Gus Dur masih sangat dihormati bukan hanya karena pribadinya tetapi juga karena silsilah keluarganya. Abdul Rahman Wahid adalah cucu pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan putra dari KH Wahid Hasyim seorang tokoh nasional yang ikut berkiprah dalam perjuangan kemerdekaan RI. Gus Dur juga punya adik yakni KH Salahuddin Wahid yang sekarang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

 

Selanjutnya terhadap pendukung Gus Dur itu Yenny Wahid mengkordinirnya dalam wadah Konsorsium Kader Gus Dur yang terdiri dari 9 organisasi antara lain, Barikade Gus Dur, Gerakan Kebangkitan Nusantara ( Gatara), Jaringan Perempuan Nusantara, Forum Silaturrahim Santri Nusantara, Forum Kiai Kampung Nusantara, dan Forum Alumni Timur Tengah.

Seperti diketahui pengikut, simpatisan maupun yang mengikuti pemikiran Gus Dur terdiri dari warga lintas etnik dan lintas agama. Masyarakat Tionghoa misalnya banyak yang mengaguminya karena dimasa kepemimpinannya lah ditetapkannya Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional.Dimasa nya juga lah berbagai atribut Tionghoa boleh digunakan dan digelar seperti Barongsai.

 

Sebelum Yenny menyatakan sikap nya tentu muncul pertanyaan, apakah masih mungkin keluarga dan simpatisan Gus Dur menunjukkan dukungannya kepada Prabowo – Sandiaga mengingat Jokowi sudah menggandeng KH Ma’ruf Amin yang juga Rois Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

 

Hal yang demikian masih mungkin terjadi oleh karena beberapa hal yang sebenarnya bersifat subjektif.Dan hal hal subjektif itulah yang juga dikhawatirkan oleh sebahagian warga Nahdliyin.

 

Hal hal yang dikhawatirkan itu antara lain berhubungan dengan, 1). Hubungan keluarga Gus Dur dengan Muhaimin Iskandar / PKB, 2). tidak jadinya Mahfud MD sebagai cawapres dan 3).hubungan personal yang dekat antara Gus Dur dengan Prabowo Subianto.

 

Seperti diketahui semasa Gus Dur hidup terjadi perpecahan pada internal Partai Kebangkitan Bangsa yang pada akhirnya menimbulkan kesan Gus Dur dengan Muhaimin dan kelompoknya menjadi berhadap hadapan.Oleh sebahagian pengikut Gus Dur dianggap Cak Imin “mbalelo”dan tidak patuh pada pendiri partai itu.

 

Oleh karena PKB merupakan salah satu parpol yang paling kuat mengusulkan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya Jokowi maka dikhawatirkan hal yang demikian mempengaruhi objektifitas Yenny ( keluarga Gus Dur) dalam menentukan pilihannya. Kemudian ketika nama Mahfud MD mulai menguat disebut sebagai cawapres Jokowi, terlihat Yenny Wahid memberikan dukungannya.Malahan ketika petinggi PB NU menyatakan Mahfud bukan kader NU, Yenny dengan tegas mengatakan mantan Menteri Pertahanan itu adalah kader NU.

 

Selanjutnya dalam berbagai pemberitaan dilukiskan hubungan Gus Dur dengan Prabowo Subianto cukup dekat dan harmonis.

Karenanya hal hal subjektif yang demikianlah yang menimbulkan kekhawatiran di sebahagian Nahdliyin berkaitan dengan sikap keluarga Gus Dur pada kontestasi pilpres 2019.

 

Hari ini kekhawatiran yang demikian sirna lah sudah karena Yenny Wahid, putri kedua Gus Dur telah menyatakan sikapnya.

 

Kompas.com, 26/9/2018, memberitakan, Rabu, 26 September 2018, bertempat di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I Nomor 12, Kalibata, Jakarta Selatan, Yenny Wahid menyatakan “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01. Bismillah Presiden Jokowi akan memimpin kembali Indonesia”.

 

Deklarasi ini merupakan dukungan keluarga Gus Dur serta dukungan 9 organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur. Seperti yang dikemukakan Yenny beberapa waktu yang lalu sikap politik berkaitan dengan pilpres diambil sesudah mendalami visi dan misi pasangan calon, berkonsultasi dengan 9 orang kiai dan mengadakan Sholat Istgharah.

 

Dan dengan tahapan yang demikianlah sore tadi Yenny telah mendeklarasikan dukungannya.

Salam Pilpres!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *