SYURIAH PWNU SUMUT LAKSANAKAN KAJIAN ISLAM TENTANG CADAR

Terkait dengan hangatnya pembicaraan di tengah masyarakat belakangan ini tentang penggunaan cadar, banyak mengundang berbagai asumsi pro dan kontra dari berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara mengadakan Kajian Islam bertemakan “Cadar dalam Tinjauan Tafsir, Hadis dan Fiqh”. Narasumber dalam kajian ini merupakan ahli di bidangnya masing-masing yakni: KH. Akhyar Nasution, Lc (Cadar dalam Tinjauan Tafsir), Dr. Asrar Mabrur Faza, S.Th.I.,M.A (Menimbang Kualitas Hadis Cadar), dan M. Akbar Rosyidi Datmi, Lc.M.Ag (Cadar Menurut Perspektif Fiqh)

Wakil Rois PWNU Sumut Muallim Syafii Umar Lubis menyebutkan: “Kajian Islam ini diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan di tengah-tengah umat, sehingga ke depannya bisa berjalan rutin dengan tema dan pembahasan yang sesuai dengan kebutuhan dan isu yang sedang berkembang di kalangan masyarakat.”

Lanjutnya lagi, “Dan pastinya unsur syuriah PWNU Sumatera Utara siap menghadirkan narasumber yang sangat teruji sanad keilmuannya.”

Kajian dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Desember  2019 diikuti sebanyak + 50 orang peserta dari berbagai unsur di antaranya pengurus wilayah NU, badan otonom, lembaga, dan para mahasantri program Ma’had ‘Aly Pondok Pesantren NU Sumut. Kegiatan ini bertempat di Kantor PWNU Sumut Jalan Sei Batanghari Medan.

Kajian Islam PWNU Sumut yang bekerjasama dengan PW LBM (Lembaga Bahtsul Masail) NU Sumut ini menghasilkan kesimpulan bahwa dalam ikhtilaf Ahlussunnah wal Jamaah NU bebas mau memilih pendapat mazhab Hanafi, Syafii, Maliki atau Hambali. Yang penting jangan ada perpecahan di antara sesama umat Muslim. Sebab persoalan seputar cadar merupakan masalah khilafiyah.

KH. Akhyar Nasution menambahkan: “Cadar bukanlah bid’ah seperti pendapat sementara orang, juga bukan wajib seperti anggapan segolongan yang lain. Namun secara global, cadar ialah sesuatu yang diperbolehkan dianjurkan dalam kondisi-kondisi tertentu dan adakalanya dimakruhkan dalam kondisi yang tertentu pula.”

KH. Akhyar Nasution yang juga Wakil Rois PWNU Sumut ini kemudian menegaskan bahwa cadar adalah budaya Arab dan tidak ada kewajiban untuk memakainya, namun apabila diniatkan karena Allah maka akan bernilai ibadah. Unsur PWNU Sumut yang hadir dari jajaran syuriah H. Abrar M Dawud (Katib), H. Nadran Jamal (Wakil Katib) H. Akmal Marzuki (Wakil Katib), dari jajaran tanfidziyah hadir H. Marahalim Harahap (Wakil Ketua), H. Khairuddin Hutasuhut (Wakil Ketua), H. Takbir Siregar (Wakil Ketua), Emir El Zuhdi (Wakil Sekretaris), Irham Jamia Hasibuan (Wakil Bendahara), dari LBM NU Sumut hadir KH. Saifuddin Zainuri (Penasehat) dan Munandar (Ketua), dari PW LTN NU Sumut Zulhamdani (Ketua) dan Tim Pendirian Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama Sumut hadir Idris Siregar dan Nasrun Siregar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *