BANOM NU SUMUT MENYESALKAN POLA PENOLAKAN GUS MUWAFIQ

Tata cara penolakan terhadap kedatangan K.H. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq yang rencanakan akan menyampaikan “Tausiah, Zikir Akbar dan Doa” pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Madina, Jumat (13/3/2020) di Taman Raja Batu (TRB), Panyabungan, Madina, sangat disesalkan oleh Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara.

Banom NU Sumut, antara lain: Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU, dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di Kantor PWNU Sumut (13/3/2020) menyampaikan dalam konferensi persnya bahwa telah terjadi upaya penggiringan opini oleh oknum tertentu kepada Gus Muwafiq sebagai pihak yang dituduh menghina ulama, penista Rasulullah dan tuduhan-tuduhan negatif lainnya, sehingga memprovokasi masyarakat menolak kehadirannya untuk menyampaikan tausiah di Kab. Mandailing Natal.

Kepala Satuan Kordinator Wilayah (Kasat Korwil) Banser Ansor Sumut, Muarrif, didampingi pengurus Banom lainnya menyebutkan bahwa Gus Muwafiq sebagai ulama Nahdlatul Ulama (NU) tidak mungkin melakukan penghinaan kepada Rasulullah, sebab tradisi NU sangat beragam dan banyak sekali yang secara khusus ditujukan untuk memuliakan dan mengagungkan Rasulullah Saw, “Di NU itu ada tradisi maulidan, shalawatan, wiridan, doa, dan lainnya untuk memuji Rasulullah, tidak mungkin Gus Muwafiq tidak paham itu”, katanya.

Muarrif juga menilai bahwa pihak-pihak tertentu sudah melakukan cara-cara yang tidak syar’i dalam menolak kedatangan Gus Muwafiq, antara lain dengan menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah di berbagai media sosial, sehingga masyarakat terpengaruh menolak kedatangannya.

Muslim, Ketua IPNU Sumut, menambahkan bahwa menerima atau menolak sesuatu kegiatan itu adalah hak asasi setiap manusia, namun apabila cara-cara yang dilakukan tidak sesuai dengan ajaran Islam tentu hal itu sangat disesalkan. “Marilah kita menjaga lisan dan tindakan kita dari sesuatu yang subhat serta bertentangan dengan nurani, keadilan dan nilai-nilai agama kita, bagaimana kita mau menegakkan agama kalau kita menghina dan menuduh sesuatu yang tidak benar kepada saudara sesama Muslim lainnya”. Rapat koordinasi Banom NU Sumut tersebut selanjutnya merencanakan akan melakukan upaya tabayyun kepada tokoh-tokoh dan pihak-pihak salah paham terhadap Gus Muwafiq, di samping itu juga tetap berkordinasi dengan pihak keamanan agar turut pro aktif menjaga suasana damai dan kondusif di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *