Promosi Doktor Ilmu Hadis: Nasrun Salim Siregar Gali Semiotika Hadis Hasyim Asy’ari
Medan, 21 Juli 2025 – Sebuah momen penuh makna dan prestasi kembali terukir di Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Salah satu tokoh penting di lingkungan Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Nasrun Salim Siregar, resmi menyandang gelar doktor dalam bidang Ilmu Hadis setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktor yang dilangsungkan pada Senin, 21 Juli 2025, di ruang sidang utama fakultas tersebut.
Dalam sidang terbuka yang dihadiri oleh para guru besar, dosen, mahasiswa, serta kolega dari berbagai kalangan, Nasrun Salim Siregar mempresentasikan disertasi ilmiahnya yang berjudul “Teks dan Konteks Keagamaan dalam Kitab Arba’ina Haditsan karya Hasyim Asy’ari: Suatu Pendekatan Ilmu al-Dalalah (Semantik)”. Disertasi ini mengkaji pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dalam karya hadisnya dari sudut pendekatan semantik (ilmu al-dalālah), serta mencoba menyingkap bagaimana pesan-pesan keagamaan dalam 40 hadis pilihan tersebut dipahami dan dimaknai sesuai konteks zaman dan ruang sosial keagamaan.
Dalam paparannya, Nasrun mengungkapkan bahwa kitab Arba’ina Haditsan bukan sekadar karya ringkas, melainkan representasi dari strategi keilmuan pesantren dalam menjembatani teks-teks normatif dengan konteks sosial. “KH. Hasyim Asy’ari tidak hanya menghimpun hadis, tetapi menanamkan nilai keberagamaan yang inklusif, santun, dan relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Ujian ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Sumatera Utara yakni Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., yang dibersamai oleh promotor dan co-promotor serta penguji internal dan eksternal. Tim penguji turut terdiri dari para pakar hadis dan tafsir dari UIN Sumatera Utara yang secara akademik menilai kontribusi ilmiah serta orisinalitas gagasan dalam disertasi tersebut.
Keberhasilan ini menambah deretan intelektual NU Sumut yang meraih gelar akademik tertinggi di bidang studi Islam, sekaligus memperkuat tradisi ilmiah di tubuh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini. Nasrun Salim Siregar sendiri saat ini menjabat sebagai Wakil Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara dan aktif dalam pengembangan kajian keislaman, khususnya dalam bidang hadis.
Ketua PWNU Sumatera Utara, Dr. H. Marahalim Harahap, M.Hum., memberikan ucapan selamat kepada Dr. Nasrun. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangganya atas capaian kader NU tersebut. “Ini adalah momentum kebangkitan ilmiah bagi PWNU Sumut. Dr. Nasrun bukan hanya menguatkan posisi keilmuan kita, tapi juga menjadi contoh bahwa ilmu hadis dapat terus hidup dan membumi di tengah masyarakat,” ujar Marahalim.
Ia juga menambahkan, “Menjadi doktor bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari pengabdian yang lebih luas. Kita berharap Dr. Nasrun bisa menghidupkan pesan-pesan moderat dalam hadis melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan literasi keagamaan.”
Sidang ujian promosi ini juga disambut antusias oleh sivitas akademika dan kolega yang hadir. Sejumlah dosen, alumni, serta pengurus NU turut memberikan ucapan selamat secara langsung maupun melalui media sosial, menandakan bahwa prestasi ini bukan hanya kebanggaan personal, tapi juga kolektif. Dalam suasana akademik namun penuh kekhidmatan, promosi doktor ini menjadi simbol bahwa ilmu, tradisi, dan pengabdian dapat berjalan beriringan.